Motivasi merupakan kondisi psikologis yang merupakan hasil dari interaksi antara kebutuhan seseorang dan faktor-faktor luar yang memengaruhi perilaku seseorang untuk bertindak dan berusaha. Aspek utama yang berhubungan dengan motivasi adalah faktor kebutuhan. Setiap orang akan berusaha memenuhi kekurangan dan kebutuhan mereka sehingga tercipta rangsangan untuk menginginkan sesuatu dan berusaha keras untuk memenuhi keinginan tersebut. Berikut ini teori-teori motivasi:
- Teori X dan Y
Teori ini dikembangkan oleh Mc. Gregor. Menurut Mc. Gregor, manusia dapat dikategorikan dalam kelompok X dan Y yang memiliki karakteristik berbeda sehingga memerlukan cara motivasi yang berbeda juga.
- Manusia tipe X memiliki ciri-ciri:
- Tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin menghindari pekerjaan.
- Lebih memberikan respon terhadap ancaman dan hukuman.
- Menghindari tanggung jawab.
- Selalu ingin diarahkan dan mendapatkan jaminan keselamatan dan kenyamanan pekerjaan mereka.
- Manusia tipe Y memiliki ciri-ciri:
- Mampu menikmati pekerjaan yang mereka lakukan.
- Memiliki pengendalian diri dan mampu mengatur pekerjaan mereka.
- Memiliki respons positif terhadap imbalan, bukan pada ancaman dan hukuman.
- Menerima tanggung jawab.
- Memiliki inisiatif dan kreativitas dalam bekerja.
- Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
Maslow mengemukakan bahwa manusia memiliki lima kebutuhan yang bertingkat. Motivasi manusia dipengaruhi oleh kebutuhan yang mendesak yang harus mereka penuhi. Kebutuhan manusia menurut Maslow bersifat hirarki (bertingkat) yaitu:
- Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan manusia yang paling dasar untuk
dapat bertahan hidup. meliputi sandang, pangan, papan dan kebutuhan
biologis.
- Kebutuhan keamanan dan keselamatan, yaitu kebutuhan manusia dari
rasa takut dan khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya.
- Kebutuhan ini contohnya misalnya terbebas dari sakit dengan mengikuti
asuransi kesehatan, ketakutan akan keamanan rumah dengan
menggunakan sistem keamanan , keamanan pekerjaan dengan meminta
kepastian kontrak tetap karyawan bukan karyawan kontrak.
- Kebutuhan sosial, Yaitu kebutuhan manusia untuk melakukan interaksi
dengan orang lain sebagai bagian dari makluk sosial. Kebutuhan ini
timbul karena manusia tidak dapat hidup sendiri dan berada dalam
lingkungan sosial masyarakat. Contoh kebutuah sosial misalnya
melakukan kegiatan ronda keliling.
- Kebutuhan akan penghargaan, yaitu kebutuhan manusia akan penghargaan yang diberikan orang lain terhadap sesuatu yang berhubungan dengan dirinya baik tentang pribadi maupun kegiatan yang dilakukan. Kebutuhan akan penghargaan ini misalnya berupa Piagam atas rangking pertama di sekolah.
- Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk bertindak sesuai
kemauan dan bakat yang dimiliki. Contoh dari kebutuhan ini misalnya
adalah kelompok pecinta mobil , pecinta alam, dsb.
- Teori Hirarki Kebutuhan Alderfer (Teori ERG)
Menurut Alderfer, kebutuhan manusia dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu:
- Existence, yaitu kebutuhan manusia yang berhubungan dengan kemampuan bertahan hidup manusia. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan fisiologis, keamanan dan keselamatan.
- Relatedness, yaitu kebutuhan manusia sebagai bagian dari makluk sosial yang membutuhkan interaksi dan sosialisai dengan orang lain agar dapat diterima oleh masyarakat. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan untuk berhubungan dan bekerja dengan orang lain.
- Growth, yaitu kebutuhan manusia untuk mengembangkan dirinya sebagai seorang individu yang berbeda dengan lainnya sesuai dengan keinginan. Kebutuhan dalam kategori ini meliputi kebutuhan untuk dihargai dan aktualisasi diri.
- Teori Dua Faktor
Herzberg mengemukakan bahwa ada dua faktor yang berpengaruh terhadap ketidak puasan dan kepuasan karyawan yang akan berpengaruh terhadap motivasi kerja mereka. Menurut Herzberg kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja tidak saling berhubungan. Apabila terjadi ketidakpuasan rendah, tidak secara langsung memengaruhi kepuasan berasal dari dalam diri karyawan (motivator factors). Kepuasan kerja berhubungan dengan motivasi kerja.yang berkaitan dengan isi pekerjaan, imbalan intrinsik, maupun kesempatan untuk bekerja dengan kreatif sesuai kemampuan karyawan. Perusahaan dalam mengelola motivasi kerja karyawannya harus bisa meminimalkan faktor lingkungan yang mengakibatkan ketidak puasan dan memaksimalkan faktor motivasi karyawan agar mereka terus termotivasi bekerja dengan maksimal.
- Teori Tiga Kebutuhan (McClelland)
Menurut McClelland, manusia memiliki tiga kebutuhan yang dipelajari dan berkembang dalam diri mereka. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan akan kekuasaan (need for power), kebutuhan akan afiliasi (need for affiliation), dan kebutuhan akan prestasi (need for achievement). Karyawan akan termotivasi dengan tinggi apabila mereka memiliki kebutuhan akan prestasi yang tinggi.
- Teori Penguatan (BF Skinner)
Menurut Skinner, perilaku manusia dikendalikan oleh konsekuensi yang mengikutinya. Jika konsekuensi tersebut menyenangkan, maka manusia akan termotivasi untuk melaksanakan dan mengulang perilaku yang sama. Namun apabila konsekuensi yang akan diterima tidak menyenangka maka orang akan berusaha untuk menghindarinya.
Dalam organisasi, perlu adanya penguatan positif yang berperan untuk mendorong karyawan melakukan suatu tindakan yang diharapkan organisasi. Untuk menghilangkan suatu kebiasaan ataupun aktivitas, organisasi perlu melakukan penguatan negatif yang dapat berupa hukuman maupun ancaman sehinnga karyawan akan menghindari dan berperilaku lebih baik.
- Teori Penetapan Tujuan
Motivasi seseorang akan meningkat jika seseorang mampu memahami tujuan yang akan dicapai dan melihat keterkaitan tujuan tersebut dengan kepentingan pribadi karyawan. Semakin sulit tujuan akan semakin menantang dan memotivasi karyawan. Pada titik tertentu, semakin sulit tujuan menyebabkan karyawan menjadi frustasi dan menurunkan motivasi karyawan untuk bekerja. Perlu adanya penetapan tujuanyang relevan dan sesuai dengan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas mereka.
- Teori Keadilan
Seseorang akan termotivasi apabila menganggap bahwa apa yang diterima dirasakan telah adil dengan apa yang dia lakukan ataupun dibandingkan dengan yang diterima oleh orang lain. Perasaan adil dalamdiri karyawan mendorong karyawan untuk termotivasi bekerja. Organisasi perlu menetapkan prinsip – prinsip keadilan yang dapat diterima karywan sehingga akan mampu memotivasi karyawan untuk bekerja.
- Teori Pengharapan
Teori ini menyatakan bahwa orang-orang termotivasi bekerja untuk mendapatkan imbalan yang mereka inginkan dan bahwa mereka percaya mereka mempunyai kesempatan untuk meraihnya. Contohnya: karyawan yang sudah berwisata akan lebih termotivasi untuk bekerja apabila dalam sistem imbalan yang diterima mencantumkan paket liburan dibandingkan dengan imbalan lainnya.
Komentar
Posting Komentar