Langsung ke konten utama

PENGANTAR BISNIS : MOTIVASI KERJA

Motivasi merupakan kondisi psikologis yang merupakan hasil dari interaksi antara kebutuhan seseorang dan faktor-faktor luar yang memengaruhi perilaku seseorang untuk bertindak dan berusaha. Aspek utama yang berhubungan dengan motivasi adalah faktor kebutuhan. Setiap orang akan berusaha memenuhi kekurangan dan kebutuhan mereka sehingga tercipta rangsangan untuk menginginkan sesuatu dan berusaha keras untuk memenuhi keinginan tersebut. Berikut ini teori-teori motivasi:
  1. Teori X dan Y
Teori ini dikembangkan oleh Mc. Gregor. Menurut Mc. Gregor, manusia dapat dikategorikan dalam kelompok   X dan Y yang memiliki karakteristik berbeda sehingga memerlukan cara motivasi yang berbeda juga.
  • Manusia tipe X memiliki ciri-ciri:
  • Tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin menghindari pekerjaan.
  • Lebih memberikan respon terhadap ancaman dan hukuman.
  • Menghindari tanggung jawab.
  • Selalu  ingin diarahkan  dan mendapatkan jaminan  keselamatan dan kenyamanan pekerjaan mereka.
  • Manusia tipe Y memiliki ciri-ciri:
  • Mampu menikmati pekerjaan yang mereka lakukan.
  • Memiliki pengendalian diri dan mampu mengatur pekerjaan mereka.
  • Memiliki  respons positif  terhadap imbalan, bukan  pada ancaman dan hukuman.
  • Menerima tanggung jawab.
  • Memiliki inisiatif dan kreativitas dalam bekerja.
  1. Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
Maslow  mengemukakan  bahwa manusia  memiliki lima kebutuhan  yang bertingkat. Motivasi manusia  dipengaruhi oleh kebutuhan yang mendesak yang harus  mereka penuhi. Kebutuhan manusia menurut Maslow bersifat  hirarki (bertingkat) yaitu:
  • Kebutuhan fisiologis,  yaitu kebutuhan manusia yang  paling dasar untuk
dapat bertahan hidup.   meliputi sandang, pangan, papan dan  kebutuhan
biologis.
  • Kebutuhan  keamanan dan  keselamatan, yaitu  kebutuhan manusia dari
rasa  takut  dan khawatir   terhadap bahaya   yang akan menimpanya.
  • Kebutuhan ini contohnya  misalnya terbebas dari sakit  dengan mengikuti
asuransi    kesehatan,  ketakutan akan    keamanan rumah dengan
menggunakan sistem keamanan , keamanan pekerjaan dengan meminta
kepastian kontrak tetap karyawan bukan karyawan kontrak.
  • Kebutuhan  sosial, Yaitu  kebutuhan manusia  untuk melakukan interaksi
dengan  orang lain  sebagai bagian  dari makluk sosial.  Kebutuhan ini
timbul  karena manusia  tidak dapat hidup  sendiri dan berada dalam
lingkungan   sosial masyarakat.   Contoh kebutuah sosial    misalnya
melakukan kegiatan ronda keliling.
  • Kebutuhan akan penghargaan, yaitu kebutuhan manusia akan penghargaan   yang diberikan orang lain terhadap sesuatu yang berhubungan dengan dirinya baik  tentang pribadi maupun kegiatan yang dilakukan. Kebutuhan akan penghargaan ini misalnya berupa  Piagam atas rangking pertama di sekolah.
  • Kebutuhan   aktualisasi diri,   yaitu kebutuhan untuk   bertindak sesuai
kemauan dan  bakat yang dimiliki. Contoh  dari kebutuhan ini misalnya
adalah kelompok pecinta mobil , pecinta alam, dsb.
  1. Teori Hirarki Kebutuhan Alderfer (Teori ERG)
Menurut Alderfer,  kebutuhan manusia dibagi menjadi  tiga kategori utama, yaitu:
  • Existence,   yaitu    kebutuhan    manusia yang    berhubungan dengan kemampuan bertahan hidup  manusia. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan fisiologis, keamanan dan keselamatan.
  • Relatedness,  yaitu kebutuhan manusia sebagai bagian dari makluk sosial yang  membutuhkan interaksi dan sosialisai dengan orang lain agar dapat  diterima oleh masyarakat. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan untuk berhubungan dan bekerja dengan orang lain.
  • Growth,   yaitu kebutuhan manusia untuk mengembangkan dirinya sebagai seorang  individu yang berbeda dengan lainnya sesuai dengan keinginan. Kebutuhan  dalam kategori ini meliputi kebutuhan untuk dihargai dan aktualisasi diri.
  1. Teori Dua Faktor
Herzberg   mengemukakan  bahwa ada dua   faktor yang berpengaruh terhadap  ketidak puasan dan kepuasan karyawan   yang akan berpengaruh terhadap motivasi kerja  mereka. Menurut Herzberg kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja  tidak saling berhubungan. Apabila terjadi ketidakpuasan rendah, tidak secara langsung memengaruhi  kepuasan berasal dari dalam diri karyawan (motivator    factors).   Kepuasan    kerja berhubungan   dengan motivasi kerja.yang   berkaitan dengan isi pekerjaan, imbalan  intrinsik, maupun kesempatan untuk bekerja  dengan kreatif sesuai kemampuan karyawan. Perusahaan dalam mengelola motivasi kerja karyawannya harus  bisa meminimalkan faktor lingkungan yang mengakibatkan ketidak puasan dan memaksimalkan faktor motivasi  karyawan agar mereka terus termotivasi bekerja dengan maksimal.
  1. Teori Tiga Kebutuhan (McClelland)
Menurut McClelland, manusia  memiliki tiga kebutuhan yang dipelajari dan berkembang  dalam diri mereka. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan  akan kekuasaan (need  for power),  kebutuhan  akan afiliasi  (need for  affiliation), dan kebutuhan  akan prestasi (need  for achievement).  Karyawan akan  termotivasi dengan tinggi apabila mereka memiliki kebutuhan akan prestasi yang tinggi.
  1. Teori Penguatan (BF Skinner)
Menurut  Skinner, perilaku  manusia dikendalikan  oleh konsekuensi yang mengikutinya. Jika  konsekuensi tersebut menyenangkan, maka manusia  akan termotivasi untuk melaksanakan dan mengulang perilaku  yang sama. Namun apabila konsekuensi yang akan diterima tidak menyenangka  maka orang akan berusaha untuk menghindarinya.
Dalam  organisasi,  perlu adanya penguatan  positif yang berperan untuk mendorong  karyawan melakukan suatu tindakan yang diharapkan  organisasi. Untuk menghilangkan suatu kebiasaan ataupun   aktivitas, organisasi perlu melakukan penguatan negatif yang dapat  berupa hukuman maupun ancaman sehinnga karyawan akan menghindari dan berperilaku lebih baik.
  1. Teori Penetapan Tujuan
Motivasi  seseorang akan  meningkat jika seseorang  mampu memahami tujuan yang   akan dicapai dan melihat keterkaitan   tujuan tersebut dengan kepentingan pribadi  karyawan. Semakin sulit tujuan akan semakin menantang dan memotivasi karyawan. Pada titik tertentu, semakin sulit tujuan menyebabkan  karyawan menjadi frustasi dan menurunkan motivasi karyawan untuk bekerja. Perlu adanya penetapan tujuanyang relevan dan sesuai dengan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas mereka.
  1. Teori Keadilan
Seseorang   akan termotivasi   apabila menganggap bahwa   apa yang diterima dirasakan    telah adil dengan apa yang    dia lakukan ataupun dibandingkan dengan  yang diterima oleh orang lain. Perasaan adil dalamdiri karyawan  mendorong karyawan untuk termotivasi bekerja. Organisasi perlu menetapkan  prinsip – prinsip keadilan yang dapat diterima karywan sehingga akan mampu memotivasi karyawan untuk bekerja.
  1. Teori Pengharapan
Teori   ini menyatakan   bahwa orang-orang  termotivasi bekerja   untuk mendapatkan imbalan   yang mereka inginkan dan  bahwa mereka percaya mereka mempunyai  kesempatan untuk meraihnya. Contohnya: karyawan yang sudah  berwisata akan lebih termotivasi untuk bekerja apabila dalam  sistem imbalan yang diterima mencantumkan paket liburan dibandingkan   dengan imbalan lainnya.

Komentar